Mahasiswa FKM Unhas Paparkan Hasil PBL II Berbasis Aset dalam Seminar Akhir di Desa Donri-Donri

    Mahasiswa FKM Unhas Paparkan Hasil PBL II Berbasis Aset dalam Seminar Akhir di Desa Donri-Donri

    SOPPENG - Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menutup rangkaian Praktik Belajar Lapangan (PBL) Tahap II melalui Seminar Akhir yang digelar di Aula Kantor Desa Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Kamis (15/1/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.30 hingga 15.50 WITA ini menjadi forum resmi pemaparan hasil pelaksanaan PBL II yang telah berlangsung selama dua pekan.

    Pelaksanaan PBL II di Desa Donri-Donri berada di bawah bimbingan Dr. Balqis, SKM., M.Sc.PH., M.Kes., dengan melibatkan tujuh mahasiswa lintas departemen yang tergabung dalam satu posko. Tim tersebut dikoordinatori oleh Nabilah Ufairah Nugrahi dari Departemen Epidemiologi, bersama Firna Anisia dan Herwini Syahputri (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Bunga Masrita (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), Aulia (Manajemen Rumah Sakit), Syafira Nur Aini Sabang (Kesehatan Lingkungan), serta Muzayyana Muhajir (Biostatistik dan Kependudukan serta Keluarga Berencana).

    Seminar akhir ini dihadiri oleh 24 peserta yang terdiri atas aparat desa, Kepala Puskesmas, tenaga promosi kesehatan dan kesehatan lingkungan, kader kesehatan, serta masyarakat setempat. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan dukungan dan komitmen bersama dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat Desa Donri-Donri.

    Dalam pemaparannya, Koordinator Desa PBL II, Nabilah Ufairah Nugrahi, menjelaskan bahwa PBL II merupakan kelanjutan dari PBL I yang sebelumnya berfokus pada identifikasi masalah kesehatan prioritas. Berdasarkan hasil PBL I, Desa Donri-Donri menghadapi tiga persoalan utama, yakni tingginya kasus hipertensi, kebiasaan merokok di masyarakat, serta permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga. Oleh karena itu, pada PBL II mahasiswa memfokuskan kegiatan pada penelusuran akar masalah serta pemetaan aset dan potensi lokal sebagai dasar perumusan strategi pengendalian masalah kesehatan yang berkelanjutan.

    Hasil PBL II yang dipaparkan meliputi pemetaan aset masyarakat melalui wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terarah. Aset yang diidentifikasi mencakup aset individu, sosial budaya, kelembagaan, sarana dan prasarana, serta sumber daya lokal yang dimiliki Desa Donri-Donri. Pendekatan berbasis aset ini menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan kesehatan, sehingga solusi yang dirumuskan diharapkan lebih realistis dan aplikatif.

    Untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah, mahasiswa merancang program MAPPEPACCING (Masyarakat Peduli Sampah dan Cinta Lingkungan) yang diwujudkan melalui kegiatan gotong royong rutin setiap akhir bulan. Program ini diperkuat dengan kegiatan Sampah Jadi Guna yang mendorong pemanfaatan kembali sampah bernilai guna, seperti botol plastik, kardus, daun, dan sisa makanan, guna mengurangi volume sampah serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

    Sementara itu, pada permasalahan kebiasaan merokok dan hipertensi, mahasiswa menyusun program promotif dan preventif berbasis edukasi. Upaya pengendalian perilaku merokok dilakukan melalui edukasi di sekolah menggunakan media poster tentang dampak rokok, serta pemasangan stiker dan poster antirokok di lingkungan desa. Untuk penanganan hipertensi, dirancang pembuatan menu makan sehat rendah garam selama tujuh hari, kampanye senam sehat sebagai upaya peningkatan aktivitas fisik dan pengelolaan stres, serta penyediaan media edukasi visual berupa poster, spanduk, dan leaflet yang ditempatkan di masjid, sekolah, dan kantor desa.

    Pelaksanaan PBL II ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, Tujuan 11 terkait lingkungan permukiman yang berkelanjutan, serta Tujuan 17 mengenai kemitraan lintas sektor. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung implementasi Asta Cita Presiden RI, terutama Asta Cita ke-4 tentang pembangunan sumber daya manusia unggul, Asta Cita ke-6 mengenai pembangunan dari desa, serta Asta Cita ke-7 melalui penguatan tata kelola pemerintahan yang kolaboratif dan partisipatif.

    Dalam sesi tanggapan, Kepala Desa Donri-Donri, Jamil Hasan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa FKM Unhas. Ia menilai kegiatan PBL II membantu mengingatkan kembali berbagai persoalan kesehatan yang masih menjadi tantangan di desa. Pemerintah desa pun menyatakan kesiapan untuk mendukung tindak lanjut dari rekomendasi yang telah disusun bersama. Dukungan serupa disampaikan oleh perwakilan Kecamatan Donri-Donri, Hilda, yang menegaskan kesiapan pihak kecamatan untuk mendukung keberlanjutan program sesuai kewenangan yang dimiliki.

    Seminar Akhir PBL II ditutup dengan sesi diskusi dan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama antara mahasiswa, pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Desa Donri-Donri. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kompetensi akademik, profesional, dan kepekaan sosial mahasiswa FKM Unhas. (*)

    SM Network

    SM Network

    Artikel Sebelumnya

    Mahasiswa FKM Unhas Paparkan Pemetaan Aset...

    Artikel Berikutnya

    Mahasiswa FKM Unhas Gelar Seminar Akhir...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Mahasiswa FKM Unhas Paparkan Hasil PBL II di Desa Lalabata Riaja, Fokus Pemetaan Aset dan Solusi Kesehatan
    Mahasiswa FKM Unhas Tutup PBL II di Desa Tottong, Dorong Program Kesehatan Berbasis Aset Lokal
    Mahasiswa PBL II FKM Unhas Gelar Seminar Akhir di Desa Jampu Soppeng, Paparkan Pemetaan Aset Kesehatan Berbasis Komunitas
    Mahasiswa PBL II Paparkan Hasil Asset Mapping dan Solusi Kesehatan Berbasis Komunitas di Kelurahan Ujung Soppeng
    Mahasiswa FKM Unhas Gelar Seminar Akhir PBL II di Cabenge, Fokuskan Solusi Kesehatan Berbasis Potensi Lokal

    Ikuti Kami