SOPPENG — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Akhir Praktik Belajar Lapangan II (PBL II) di Desa Marioritengnga, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Kamis (15/1/2025). Kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian pembelajaran lapangan mahasiswa yang berfokus pada pemetaan aset dan potensi desa sebagai fondasi pembangunan kesehatan masyarakat.
Selama pelaksanaan PBL II, mahasiswa FKM Unhas melakukan identifikasi dan pemetaan berbagai sumber daya lokal yang dimiliki Desa Marioritengnga. Pendekatan berbasis aset tersebut diarahkan untuk menggali kekuatan desa, mulai dari aspek sosial hingga lingkungan, yang dapat dimanfaatkan sebagai modal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala Desa Marioritengnga, Andi Syamsul Bahri, S.IP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hasil pemetaan yang dipaparkan mahasiswa memiliki keterkaitan erat dengan arah kebijakan pembangunan desa. Ia menilai sejumlah temuan sejalan dengan Program Desa Marioritengnga Mapacci, khususnya dalam pengelolaan sampah dan upaya peningkatan kebersihan lingkungan.
“Pemetaan yang dilakukan mahasiswa menunjukkan bahwa persoalan kesehatan dan lingkungan dapat diatasi dengan memaksimalkan potensi desa. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, ” ujarnya.

Koordinator Desa (KorDes) Mahasiswa PBL II, Nur Hikmah, menjelaskan bahwa PBL II menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami dinamika pembangunan desa dari perspektif kekuatan lokal. Menurutnya, pendekatan berbasis aset mendorong mahasiswa untuk tidak hanya melihat permasalahan, tetapi juga solusi yang realistis dan sesuai dengan kondisi setempat.
“Pemetaan aset desa menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi yang aplikatif dan berkelanjutan, sehingga dapat mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, ” kata Nur Hikmah.
Selain memberikan manfaat pembelajaran bagi mahasiswa, kegiatan PBL II ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Upaya peningkatan kesehatan masyarakat mendukung SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, sementara dorongan terhadap terciptanya lingkungan desa yang bersih dan layak huni sejalan dengan SDGs 11 terkait permukiman berkelanjutan.
Hasil pemetaan aset yang dipresentasikan dalam Seminar Akhir PBL II diharapkan dapat menjadi rujukan awal bagi pemerintah desa dalam merumuskan kebijakan dan perencanaan pembangunan Desa Marioritengnga ke depan, khususnya di bidang kesehatan dan kebersihan lingkungan. (*)

SM Network