Mahasiswa FKM Unhas Gelar Seminar Awal PBL II di Desa Belo, Fokus Eksplorasi Aset dan Solusi Kesehatan

    Mahasiswa FKM Unhas Gelar Seminar Awal PBL II di Desa Belo, Fokus Eksplorasi Aset dan Solusi Kesehatan
    Mahasiswa FKM Unhas Gelar Seminar Awal PBL II di Desa Belo

    SOPPENG — Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) mengawali pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) II Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah melalui Seminar Awal yang digelar di Desa Belo, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini menjadi tahapan lanjutan dari PBL I sekaligus penanda dimulainya rangkaian aktivitas pembelajaran lapangan mahasiswa di desa tersebut.

    Seminar awal yang diikuti 27 peserta itu menghadirkan berbagai unsur pemangku kepentingan Desa Belo. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Belo Wahyu Asharie, S.IP., NLP, bersama jajaran aparat desa, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para kepala dusun, tenaga kesehatan dari Poskesdes dan Pustu Belo, ketua RT dan RW, serta masyarakat setempat. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan dukungan terhadap pelaksanaan PBL II sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat berbasis kolaborasi.

    Mengawali rangkaian kegiatan, Sekretaris Posko Desa Belo, Poppy Evelyne Asik Sombo, menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan dukungan pemerintah desa serta masyarakat. Ia menjelaskan bahwa PBL II merupakan kelanjutan dari PBL I yang kini difokuskan pada pemetaan potensi dan sumber daya desa sebagai dasar perumusan alternatif pemecahan masalah kesehatan yang kontekstual. Melalui seminar awal ini, mahasiswa berharap terbangun kerja sama yang aktif dan berkelanjutan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.

    Kepala Desa Belo, Wahyu Asharie, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif mendukung mahasiswa selama proses penggalian data dan informasi. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, serta meminta agar setiap kendala yang dihadapi selama pelaksanaan PBL II segera dikoordinasikan dengan pemerintah desa agar kegiatan dapat berjalan lancar.

    Kegiatan PBL II di Desa Belo dibimbing oleh Dr. Nurul Syahriani Salahuddin, SKM., M.Kes., dan dilaksanakan oleh delapan mahasiswa lintas departemen, yakni Nurul Fadilah Muzakir (Epidemiologi), Poppy Evelyne Asik Sombo (Kesehatan Lingkungan), Fausyahira (Biostatistik), Iin Kurnia (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), Nurul Kalbi Pratiwi (Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku), Ghina Zhalsabila Rediastary dan A. Aulia Mukarrama (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), serta Asher Adriel (Manajemen Rumah Sakit).

    Dalam sesi pemaparan, mahasiswa menjelaskan bahwa PBL II bertujuan mengenali akar permasalahan kesehatan masyarakat sekaligus memanfaatkan sumber daya yang dimiliki desa untuk merumuskan solusi bersama.

    Tahapan PBL II mencakup identifikasi penyebab masalah menggunakan metode fishbone analysis, pemetaan aset masyarakat melalui pendekatan asset-based community development, hingga perumusan strategi pemecahan masalah berbasis aset melalui focus group discussion (FGD) bersama masyarakat. Aset yang dipetakan meliputi enam kategori utama, yakni aset individu, sosial budaya, institusi, sumber daya alam, sarana dan prasarana, serta aset ekonomi.

    Pelaksanaan PBL II di Desa Belo dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 5 hingga 19 Januari 2026. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kondisi kesehatan sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan desa.

    Kegiatan PBL II juga sejalan dengan Asta Cita, khususnya poin keempat yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan dan kesehatan.

    Selain itu, pelaksanaan PBL turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis kebutuhan serta potensi lokal, PBL menjadi wujud nyata peran mahasiswa FKM Unhas dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. (*)

    SM Network

    SM Network

    Artikel Sebelumnya

    Mahasiswa FKM Unhas Mulai PBL II di Kelurahan...

    Artikel Berikutnya

    Dari Stunting hingga Hipertensi, PBL II...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pemdes Lalabata Gelar Sosialisasi DTKS, Kades Tekankan Pentingnya Validasi Data Warga
    Dua Pengusaha Djunaidi Nur dan Aditya Simaputra Divonis Penjara Kasus Korupsi Suap Hutan Inhutani V
    Bos PT PASU Joko Sutrisno Tersangka Korupsi Aluminium Inalum, Kerugian Negara Rp133 Miliar
    Gubernur Lemhannas RI Tekankan Lima Karakter Utama Kepemimpinan Nasional
    Perubahan Ekonomi Umat, Kemenag Gowa Bantu 9 Kecamatan

    Ikuti Kami